10 Bahan Sofa yang Populer

 

Menentukan sofa untuk digunakan pada ruangan anda tidak hanya dari penampilan dan harganya saja. Anda juga harus berhati-hati dan mempertimbangkan bahan yang digunakan pada sofa tersebut. Jenis bahan sofa mempengaruhi tingkat kenyamanan dan keawetan saat anda menggunakannya. Yuk, simak!

 

  1. Katun

Katun menjadi salah satu bahan yang sering kali digunakan pada banyak furnitur. Katun juga digunakan sebagai lapisan sofa. Sofa dengan bahan katun memiliki tektur yang halus dan lembut, namun tetap tahan lama dan kuat untuk digunakan. Kualitas bahan ini juga dipengaruhi oleh kerapatan benangnya, semakin rapat maka semakin baik pula kualitasnya. Kelemahan dari bahan ini adalah tidak tahan terhadap kusut, api dan tanah. Maka dari itu bahan katun sering dikombinasikan dengan bahan lain agar mampu menutupi kekurangan.

 

  1. Polyester

Bahan polyester termasuk bahan yang lebih awet, tidak mudah kusut dan tidak mudah sobek. Jenis bahan ini juga sering dikombinasikan dengan bahan lain dan disebut polyester campuran. Bahan yang sering dikombinasikan dengan polyester adalah wool dan rayon.

  1. Rayon (Viscose)

Bahan ini berasal dari serat yang dihasilkan dari regenerasi selulosa. Rayon dipilih sebagai bahan pelapis sofa karena menyerupai katun, linen dan sutra namun dengan harga yang jauh lebih murah dan kualitas yang lebih tahan lama dibanding jenis bahan aslinya. Kekurangannya adalah mudah mengkerut dan mudah terbakar.     

  1. Nilon

Nilon terbuat dari serat buatan. Bahan ini memiliki keunggulan berupa elastisitas, tidak mudah robek, tahan terhadap air dan jamur, ringan, juga mudah untuk dicuci membuat bahan ini digunakan sebagai pelapis sofa. Namun bahan ini dapat terdegradai jika terkena sinar matahari.

  1. Linen

Jika Anda menginginkan jenis bahan sofa yang kuat, tidak mudah robek, tidak mudah pudar, dan lembut maka pilihlah linen sebagai bahan pelapis sofa. Linen merupakan serat alami yang lebih sulit untuk menyerap tinta dibandingkan bahan lainnya. Oleh karena itu, tampilan sofa berbahan linen seringkali polos tanpa motif. Bahan ini mudah kotor dan mengkerut.

  1. Chennile

Dalam bahasa Perancis chennile memiliki arti ulat bulu. Jenis bahan sofa yang satu ini mendapatkan nama demikian dikarenakan terlihat layaknya rajutan dan memiliki tekstur pilinan benang yang cukup tebal. Bahan ini kuat, tidak mudah robek, dan tahan lama. Namun bahan ini susah untuk dibersihkan. Jika anda menginginkan sofa dengan gaya klasik, maka sofa berbahan chennile dapat anda pertimbangkan.

  1. Akrilik

Bahan yang satu ini merupakan serat sintetis dan imitasi dari jenis bahan wool. Sofa ini sangat pas untuk diletakkan di area luar ruangan. Karena akrilik lebih tahan teradap sinar matahari dan mudah kering saat terkena air. Akrilik juga tidak mudah kusut dan ringan.

  1. Velvet

Pada awalnya bahan ini dibuat dari sutera, namun kini beralih menggunakan bahan sintetis. Hal ini membuat bahan nilon, viscose dan polyester banyak digunakan. Jika anda menggunakan bahan in isebagai pelapis sofa, anda akan mendapatkan tampilan yang mewah karena velvet memiliki tektur yang lebih halus dan mengkilap. Namun, velvet ternyata lebih sulit dibersihkan saat terkena kotoran dan memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan jenis bahan yang lain.

  1. Kain Fabric

Bahan ini cukup banyak digunakan oleh pabrikan. Memiliki ciri berupa pori-pori yang cukup besar sehingga memungkinkan untuk dimasuki debu dan hewan kecil. Jika anda memiliki masalah kesehatan seperti alergi pada debu, bahan ini kurang cocok untuk anda. Namun jika anda masih menginginkan bahan ini, disarankan untuk membersihkan sofa secara rutin minimal satu minggu sekali dengan vacuum cleaner. Pastikan jika anda menjemur sofa agar tidak terkena sinar matahari secara langsung karena warna pada sofa dapat memudar.

  1. Oscar / Semi Kulit

Bahan ini memiliki tekstur yang mirip dengan kulit. Kelebihannya adalah mudah dibersihkan dengan menggunakan lap basah. Bahan ini dapat anda pilih jika anda mimiliki anak-anak yang masih kecil dan aktif bermain. Namun, bahan ini tidak terlalu nyaman untuk duduk dalam waktu yang relatif lama karena bahan ini tidak memiliki pori-pori, sehingga akan terasa panas.

 

Sudah mementukan bahan sofa pilihan anda?

Previous article 5 Masalah yang Sering Terjadi pada Sofa dan Cara Mengatasinya
Next article Sentuhan Mid-Century Modern Pada Ruang Tamu